Minggu, 06 April 2008

Once

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Romance
they say it was the best musical movie in our era.
I say it is the most beautiful musical movie I have ever watched.

A very simple story wrapped with a beautiful songs, executed in a very simple way...
result is...

just beautiful!

Selasa, 11 Maret 2008

ayat-ayat cinta

Rating:★★
Category:Movies
Genre: Drama
terdorong oleh rasa ingin tahu yang kuat, kenapa film ini selalu abis tiketnya setiap hari. dan kenapa ada aja yang mau nonton sampe 5-6 kali.

akhirnya, dengan menjebak 4 laki-laki yang wajahnya berubah sepet saat tahu akan nonton film ini, sukses juga nontonnya. I mean, acara nontonnya... bukan filmnya.

meski banyak yang bilang jelek, saya bilang film ini lumayan. tidak terlalu mengecewakan. maksudnya, masih BANYAK film dalam negeri yang lebih jelek. untuk yang ini... yaa... oke lah.

rasanya seperti nonton sinetron, tapi ada 'isi'-nya sedikit. ceritanya sih gampang ditebak. eksekusinya sinetron banget. aktingnya... yaaaaah... standar akting aktor dan aktris Indonesia lah. tapi akting Rianti cukup oke, buat cewek yang bisanya ngomong... "wooohoooo!". hey, girl... u can act, that's amazing!

not so bad lah, buat yang belom baca bukunya. karena saya nonton sama orang yang udah baca bukunya dan dia ngamuk-ngamuk.

untung saya belom baca... jadi asik aja nontonnya, apalagi nontonnya rame-rame bersama 4 cowok yang udah saya jebak (alias dipaksa) buat nonton. dan untungnya lagi dibayarin sama bos, jadi nggak ngerasa rugi2 amat! ;p


ps. tunggu testimoni kami di The Box O Channel, 2 minggu lagi, kata mba-mbanya... ahuahuahauhauhauhua...

Minggu, 09 Maret 2008

michael clayton

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
adalah bekas jaksa wilayah yang disewa oleh sebuah firma hukum besar, untuk mengatasi masalah-masalah rumit. sering disebut sebagai 'Janitor' alias tukang sapu atau tukang bersih-bersih masalah biar hilang tak berbekas.
berbekal network yang luas, mr. clayton bisa melakukan semua. tidak heran kalau dia dikenal sebagai 'miracle maker' oleh mereka yang bergerak di bidang hukum dan sekitarnya.
sampai suatu hari muncul masalah. sahabat lamanya 'flip out'. kasus yang ia tangani yang menyangkut perusahaan farmasi besar, U-North, semakin rumit. pasalnya, bahan baku yang digunakan U-North terbukti membahayakan manusia.
inilah yang menyebabkan hati kecil sahabatnya itu mengamuk dan menuntut agar keadilan ditegakkan. meski ini berarti ia berbalik membela korban dan bukan U-North yang menyewanya.
tugas mr. clayton adalah membereskan masalah ini dan menyelamatkan nyawa semua orang. sahabatnya, perusahaan tempat ia bekerja... dan nyawanya sendiri.

lagi-lagi amerika 'sok perhatian' dengan masalah sosial dan lingkungan hidup. pertentangan nurani dan profesionalitas menjadi masalah utama di sini. juga tekanan dari pihak yang lebih kuat dan berkuasa, seperti film-film hollywood kebanyakan.

sebenernya film ini menarik. meski alur maju mundur ala sydney pollack membuat kita harus 'sok pintar' padahal ceritanya biasa aja. tapi melihat akting sederet aktor-aktor kawakan di sana, bikin ciut lagi...

buat yang nggak suka film politik, ngomong terus, alur muter-muter, mending nonton 27 Dresses aja...

Rabu, 05 Maret 2008

Meet Me In Outer Space (LIGHT GRENADES TOUR 2008)

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Alternative Rock
Artist:INCUBUS
Last nite I've met him in outer space...

Quicksand membuka pertemuan, bikin merinding waktu denger suaranya pertama kali (meski sound-nya agak kacrut). Dilanjutin sama Kiss To Send Us Off yang mulai ngebakar semangat buat loncat-loncat.
But I found God 'Drive' His way to the stage as the light shines on Mr. Boyd...
he IS God...

sebenernya, panggung, lighting, apalagi sound, bisa dibilang nggak maksimal. tapi mereka main cantik banget malam itu. cuma endingnya agak turn off karena pilihan lagu slow, bikin nggak klimaks.

klimaksnya waktu Megalomaniac, dan setelah itu terus menurun. bahkan endingnya nggak berkesan. nggak kaya MUSE kemaren. jujur, gue nunggu closing kaya MUSE. ada apa kek... fireworks, balloons, atau Om Brandon telanjang kek ( I mean, REALLY nude... hehehe), tapi nggak ada. mereka langsung pamit gitu aja dan lampu langsung nyala.

buat 550ribu kayanya agak nggak worth it yah. untung gue gratis!





ps. many thanks to Yoully for his initiatives, not to forget my concert mate, Arsyan, Hendri, and Deny for all of their efforts and for being such a good team!
kapan-kapan lagi ya, guys!
dan buat Om Tepi yang berdiri di sebelah saya selama beberapa lagu pertama...
"I love you, Om!"
halaaaah....

buat Om Brandon... after last nite, now I know how it feels inside of you...

Rabu, 20 Februari 2008

CLOVERFIELD

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Other
Film apaan tuh?
Sok misterius... nggak mau kasih tau media ceritanya apa. Para cast-nya juga disuruh janji buat nggak ngasih tau tentang ceritanya ke siapa pun. Jadinya bikin semua orang penasaran.
Begitu liat filmnya, berasa kaya salah masuk studio. Kok MTV Real World yah? Kayanya murahan banget, kameranya goyang-goyang persis kaya kita lagi ngerekam pake mini DV. Isinya cuma curhatan anak muda nggak penting. Farewell party etc.
Awalnya aja boring gitu.
Trus karena kameranya hand held, jadilah kameranya pontang-panting yang bikin gambarnya jadi nggak karu-karuan. Kadang kebalik, kadang kameranya geser sendiri waktu ditaro di lantai gedung yang miring. Kadang juga masuk ke mulut monsternya. Pusing deh pokoknya!
Oiya, ini film monster loh! Makin murahan kan? Standar laaah... Godzilla gitu deh. Katanya sih directornya BT liat Godzilla trus ngiri, pengen bikin film begitu juga. Monsternya juga nggak terlalu happening, Godzilla pake buntut gitu. Meski ternyata musuh utamanya bukan cuma monsternya, tapi juga kutu-kutu di badannya yang konon makan manusia.
Yah, biasa laah... ceritanya anak muda itu menyelamatkan diri dari serbuan monster yang ngancurin kota Manhattan. Gitu aja...


Kalo gue saranin, yang penasaran, nonton ajah.
Yang nggak penasaran...
NONTON JUGA LAAAAH!!
Nggak butuh waktu lama kok nontonnya, kurang lebih cuma 87 menit!

namanya juga breakthrough...

Senin, 18 Februari 2008

The Hunting Party

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Documentary
Entah kenapa cover DVD-nya menjanjikan bahwa ini film bagus. Apalagi didukung aktor sekelas Richard Gere.

Berdasarkan artikel di majalah Esquire tentang perang di Bosnia, film ini bisa dibilang semi-dokumenter.
Sepasang wartawan perang andalan (Richard Gere dan Terrence Howard) sebuah News TV, melakukan perjalanan kembali ke daerah perang Bosnia untuk menangkap buronan perang yang konon sulit ditangkap oleh CIA atau badan intelegensia lainnya.
Motif Simon (Gere) sesungguhnya adalah balas dendam, sementara motif Duck (Howard) adalah membantu sahabat lamanya. Tetapi lebih dari itu, sifat dasar jurnalis mereka yang selalu ingin tahu, mendorong mereka untuk menemukan The Fox, buronan perang yang bertanggung jawab atas pembantaian warga Muslim di Bosnia. Entah kenapa badan intelegensia (CIA) tidak pernah bisa menangkapnya. Padahal gosipnya ia bersembunyi di hutan yang tidak jauh di luar Bosnia.

Dialognya sangat cerdas, mungkin karena film ini berdasarkan kisah nyata dan berdasarkan tulisan seorang jurnalis. Beberapa jurnalis pun muncul sebagai cameo di film ini.

Tadinya saya siap-siap kecewa melihat betapa mudahnya The Fox tertangkap oleh mereka. Dan mulai menyumpah bahwa Hollywood hanya membuat film dengan happy ending, seperti The Kingdom.
Tapi ternyata happy ending yang ada mereka twist lagi. Hasilnya tidak se-cheasy The Kingdom...

It's worth to watch. again. again. again.
and...
again.

JUMPER

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Jujur, trailernya sangat menarik. Membuat saya ingin segera menontonnya. Saya pikir, terobosan apalagi nih dari Hollywood.
Tapi, jujur, saya kecewa.
David (Hayden Christensen), si pemuda kutubuku yang menyukai cewek populer di sekolahnya, ternyata memiliki kemampuan untuk teleportasi. Ia menyadarinya saat berumur 15 tahun. Saat itu juga ia menyadari bahwa ia bisa ada di mana saja yang ia mau. Lalu ia pun memutuskan untuk pergi meninggalkan ayahnya yang membesarkannya seorang diri setelah ibunya meninggalkannya saat ia berumur 5 tahun.
Dengan kemampuannya, ia mendapat ide brillian untuk merampok bank. Masuk ke dalam lemari besi bank adalah hal yang mudah baginya. Maka, David pun jadi kaya mendadak dan sudah memiliki apartemen di New York saat ia berumur 23 tahun.
If there's a good cop, then there's a bad cop.
Standar lah... Ternyata ada sekelompok orang yang benci terhadap para 'Jumper' yang dianggap mengganggu keberadaannya. Mereka adalah Paladin. Obsesi mereka adalah membunuh dan menghabisi para 'Jumper'. Kenapa saya bilang 'para Jumper'? Karena ternyata bukan hanya David yang bisa teleportasi.

Lalu terjadilah aksi kejar-kejaran antara Jumper dan Paladin, yang terjadi di Jepang, Roma, Mesir, sebut sajalah di mana.

Jujur, para pembuat film ini berhasil pamer bahwa mereka bisa syuting di mana saja. Meski spesial efek dan ceritanya tergolong standar. Hanya mengandalkan si tampan Hayden buat cewek-cewek, si seksi Rachel Bilson buat cowok-cowok dan aktor kawakan Samuel L. Jackson, biar film ini berkesan lebih berbobot sehingga mereka yang berumur matang tertarik menontonnya.
Padahal...


Seharusnya saya bisa melihatnya dari posternya yang standar...