Senin, 26 Januari 2009

Wanting The Unwanted Things with Vicky and Cristina in Barcelona

Rating:★★★★★
Category:Movies
Genre: Independent
Vicky dan Cristina sejatinya memang sahabat. Tetapi keduanya memiliki cara pandang yang berbeda tentang hidup dan tentunya, Cinta.
Vicky, si rambut coklat yang sedang menyelesaikan studinya di bidang seni adalah wanita yang memegang teguh komitmen dan percaya akan cinta sejati, maka ia pun bertunangan dengan seorang bankir di New York yang sangat mapan.
Cristina, sebaliknya, tidak percaya akan cinta sejati. Ia adalah petualang dan baginya pernikahan hanyalah mimpi seorang gadis kecil yang tidak nyata.
Di Barcelona, mereka menghabiskan musim panas bersama di mana secara tidak sengaja jatuh cinta kepada pria yang sama, Juan Antonio Gonzalo.
Awalnya, Vicky menolak mentah-mentah keberadaan pelukis seksi bermata sayu itu. Sementara sejak awal Cristina begitu menyambut ajakannya untuk terbang ke Oviedo, daerah yang dianggap paling romantis di sana. Tetapi saat Cristina jatuh sakit, malah Vicky yang jatuh dalam pesona Juan Antonio, suatu malam di sebuah taman seusai pertunjukkan gitar Spanyol.
Vicky pikir ia menginginkan Juan Antonio, jadi pada saat tunangannya datang menyusul, sikapnya berbeda. Ia pun berusaha menutupinya karena Cristina telah menjalin hubungan serius dengan lelaki penuh pesona tersebut.
Lalu Cristina berpikir, "Apakah saya menginginkan ini?". Padahal ia sudah hidup bahagia dengan Juan Antonio, bahkan dengan mantan istrinya, Maria Elena. Tetapi ia masih juga belum merasa terpenuhi.
Barcelona memang menyimpan sejuta rahasia dalam pesonanya dan Woody Allen bukan hanya berhasil mengeksplorasi keindahannya tetapi juga setiap karakter tokohnya. Tentu saja tidak lepas dari akting brilian para pendukungnya. Kali ini saya acungkan jempol untuk Penelope Cruz (Maria Elena), piala Oscar sudah menunggunya sebagai Best Performance by an Actress in a Supporting Role.

Minggu, 04 Januari 2009

The Women

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Drama
Women. Women. Women...
are the most complicated things alive!

Film yang menjadi ikon di tahun 1939 ini diproduksi ulang oleh Diane English yang bertugas sebagai sutradara sekaligus penulis naskah. Sebuah film yang didedikasikan khusus untuk para wanita ini tidak tanggung-tanggung, melibatkan kurang lebih 80% wanita dalam proses produksinya. Meg Ryan, Annette Benning dan Jada Pinkett Smith menjadi nama andalan.
Berbasis di New York, persahabatan 4 wanita berada di ujung tanduk. Sebut saja Sylvia Fowler (Benning), seorang pemimpin redaksi majalah fashion terkemuka, mengetahui suami sahabatnya, Mary Haines (Ryan), selingkuh. Konflik pertama adalah apakah ia harus memberitahukannya kepada Mary? Kebimbangan itu segera dipatahkan oleh sahabatnya yang lain, Alex Fisher (Smith) si penulis dan si hippie Edie Cohen (Messing).
Di luar pengetahuan mereka, ternyata Mary sudah tahu. Pergelutan batin Mary menghadapi masalah ini sangat menarik karena ia mendapat nasihat yang tidak biasa dari ibunya. Dan campur tangan sahabat ternyata malah membuat segalanya semakin rumit dan malah berakibat sangat fatal. Permusuhan antara Mary dan Sylvie pun tak terelakkan lagi.
Wanita memang makhluk yang kompleks, meski saya benci untuk mengakuinya. Dinding pemisah antara benci dan sayang begitu tipis mereka bangun. Jadi saat Mary melabrak Sylvie, mereka malah berakhir menangis bersama.
This scene is just sooo true! I love how they twist the confrontation into regrets. This one is very womanish :)
Karena kehidupan mereka tidak jauh dari fashion, tas Hermes dan Prada wajib hukumnya bagi Sylvie sebagai pemred majalah fashion. Yang menarik adalah gaya Mary, navy blazer dengan rok panjang dan boots adalah perpaduan yang mungkin saya pakai. Not to mention Edie's (Messing) boho style. It's just so me...
Ooops... I forgot it's a MOVIE review.
Oh well... Film ini sungguh menyegarkan dan merupakan film wajib untuk slumber party berikutnya!

Selasa, 30 Desember 2008

Black Sheep & Prodigal Sons

http://www.blacksheepandprodigalsons.com/
talking 'bout looking GOTH...
hell yeah, raise of the satan!!

Senin, 29 Desember 2008

the day the earth stood still

Rating:★★★
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Gak jadi... Gak jadi kiamat.
Katanya umat manusia mau berubah.
Katanya mau lebih sayang sama bumi.
Katanya mereka menyesal.
Makanya mau berubah.
Katanya mereka mau berubah.
Katanya...
Katanya...

Kata siapa?

Yang jelas kata Jennifer Connelly,
bukan kata gue looowh!!