Tampilkan postingan dengan label lovehatelife. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lovehatelife. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Maret 2010

a note to myself

dear me,
how many times have I told you that there is no such as thing as best friends?
there is only friends with benefit.
you spend times with them only when you're in need of something.
so why the hell on earth did you still do everything for them?
giving almost all of your time and went all the way for them?
it's not like they will do the same for you,
YOU WISH!
enough of the heroic act,
the world has enough of it.
if they can only think of themselves, why do you bother to think about them?

now repeat after me..

THERE IS NO SUCH AS THING AS BEST FRIEND!

yeah I know you never listen to me,
but at least remember the bad experiences you've had with your so-called-best-friend!
darling, when will you ever learn...

please save yourself and give yourself a credit.
they're not worth it.

from now on, just mind your own business and let's not get too attached with them-the best friend look alike.
stop doing everything for them and go the whole way, only for them.
BLAH! NOT WORTH IT!

best friends will stand the test of time. just let the natural selection did it for you.
if they are truly your best friends, they'll be there for you even in your darkest hours.

so please watch it before you thought your friend is a best friend.


and as for my-so-called-best-friend...
let's just get busy with our lives. our own life.

cheers!

Senin, 01 Maret 2010

3minutesFactory...

beberapa waktu lalu saya merasa sangat stuck dengan pekerjaan dan brand yang membosankan. rasanya mau pindah ke tim lain, menangani brand lain yang lebih menyenangkan, lebih produktif, biar lebih berasa "hidupnya" gitu loh...

sebelum sempat curhat dan mencari solusi ke bos, ternyata kemarin di kantor dibuatlah workshop. bikin digital-Led campaign untuk satu produk cup noodles. tim saya terdiri dari 3 jagoan yang dari awal saya yakin sangat membanggakan, 1 wanita yang dari awal saya yakin akan jadi duri dalam tim kami, dan saya sendiri.

seperti yang sudah saya bayangkan, si wanita tidak pernah mau ikut saat kita brainstorm. yang lebih mengejutkan, ternyata dia mengundurkan diri dengan alasan tidak bisa bikin strategi (padahal konon dia AE. how stupid is dat?)

sesi brainstorm kami pun mengalir begitu saja bahkan di tengah huru-hara pekerjaan mereka. Randi dengan revisi yang gak pernah berhenti, Mas Bimo yang terus-terus diteror storyline, dan Picu di tengah surveynya ke Cengkareng. menyenangkan bisa nyoba kerja sama anggota tim tetangga, sama bosnya tim tetangga. it's refreshing!

intinya long wiken cukup deg2an meski kami tetap bisa bersenang-senang. email dan SMS bertubi di hari Minggu. Senin pun datang, tim lain tampak siap dengan perlengkapan masing2. begitu advance, matang dan siap menang! rasanya mau sembunyi aja di balik tempurung dan berlindung.

kami, tim yang biasa2, tanpa syuting, tanpa strategi mutakhir, akhirnya cuma bisa cengar-cengir dengan presentasi yang sangat minim.  tapi Randi terus bilang bahwa dia senang, semua ini menyenangkan. saya pun kembali semangat :)

let's just get on with it and let it over before we know it...

selesai presentasi, moderator mempersilakan Pak Presdir untuk tanya ke kita. sambil tersenyum beliau berkata, "Gak ada.." ya ampuuuun... itu udah pencapaian buat kita! abis itu, saya merasa beban yang berat banget hilang.

menyaksikan presentasi tim lain, meski makin bikin jiper, jadi belajar banyak juga. they are all brilliant!

but when it comes to winner, there can be only one. and gratefully it was us, the 3minutesFactory team...

saya senang sekaliiiii!!

di tengah kemunduran intelektual dan bakat, ternyata otak saya masih bisa berfungsi dengan baik karena dorongan dari 3 jagoan saya, Mas Bimo, Randi dan Picu!!!


THANK YOU SOOOO MUCH GUYS, you've turned our 3minutesFactory in to 3minutesVictory!!!



Selasa, 16 Februari 2010

Hoki Baju Kebalik

berangkat pagi dengan excitement di hati.
nonton PLACEBO malam nanti.
baju tempur dengan sepatu konser sudah melekat. sampai di kantor,
tersadar kaosnya kebalik, depan jadi blakang, vice versa... bodo amat, nekat.
mendekati jamnya, dag-dig-dug makin tak menentu.
jantung pun semakin melonjak setelah dapat SMS dari Varin,
"Udah dateng aja... Gak perlu ke calo."
gemetar sejadi-jadinya.
"YANG BENER KAMU??? AKU BISA GRATISSS???".
ayo jantungku, kembali ke tempatnya! I have to go to this gig!!!

and there I was...
stepped in as they played
"Cenicero Cenicero... Mi corazon mi cenicero!!!"

even though they didn't play "I Do",
I did have a blast especially when they played
"Every Me, Every You"
and my favorite
"BRIGHT LIGHTS"

tons of thank yous for Varinnia Wibowo for making this happen.
though you don't believe in myth but good luck happened last night.

it was so great I just don't want it to end.

Sabtu, 13 Februari 2010

it's Magic without Johnson...

maybe you just got hit by a giant chocolate candy
I never saw you as sweet as last night...

thank you.



Kamis, 10 Desember 2009

menjadi air

Saat turun hujan, anak-anak itu buru-buru mengambil ember dengan segala bentuk dan ukurannya, untuk menampung air hujan. Tentu saja setelah itu mereka menikmati kebebasan menari di bawah pancuran raksasa.

Lalu air hujan yang tinggal di ember-ember tadi mengisi tiap ruang yang ada, seakan berubah bentuk menyerupai bentuk ember yang menampungnya.

Saat haus, satu botol besar air mineral di kulkas dituangkan ke dalam gelas. Kini air membentuk gelas yang menampungnya.

Setiap hari, Mama mengisi cetakan es dengan air lalu menaruhnya di freezer. Dan air pun membentuk balok-balok es. Beku.

Diamkan sesaat maka balok-balok es tadi akan mencair. Kembali menjadi air.

Air....
Mengalir mengikuti arus yang membawanya ke muara di mana semua air dari segala penjuru bumi berkumpul kembali.
Namun bila di tengah perjalanan, sebuah balok kayu membelokkannya untuk jalan memutar, demi menghidupi sebuah desa di balik pegunungan, ia pun akan berbelok. Sungguh ia tak memiliki kekuatan untuk menolak saat sedang mengalir tenang.
Saat angin menerpa, ia pun berubah menjadi galak. Namanya ombak. Dan bila terjadi guncangan di dalam batinnya, ia pun akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk menelan apa pun yang ada di hadapannya. Menjadi yang mereka bilang air bah.


Air... Air... Air...
Memahaminya seperti mudah. Namun konsistensinya untuk senantiasa berubah
membuatnya sulit dipegang. Mungkin cukup dirasa.
Saat dahaga menerpa dan raga membutuhkan kesegaran.
Atau mungkin...
biarkan saja mengalir...


Air... Air... Air...
Bila kamu memiliki keinginan, ke mana kamu akan pergi?


-good morning, Aquarians-



Rabu, 26 Agustus 2009

Cobaan Ramadhan

haruskah silaturahmi tetap dijaga dengan musuh sendiri?

saya tahu bahwa Rasulullah berteman bahkan dengan orang yang membencinya. sejujurnya inilah yang mendorong saya untuk bersikap manis saat bertemu dengan dia yang saya sebut "iblis betina", karena perlakuannya yang sangat tidak baik kepada saya bertahun-tahun yang lalu.
tadi dia bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. bahwa kata-kata yang menusuk hati itu tak pernah terlontar dari mulutnya. bahwa "teror" yang ia bawa dalam hidup saya tidak pernah terjadi.

kami berbicara layaknya teman kuliah yang lama tidak bertemu. sampai ia menyebut niatnya untuk mencari saya di jejaring terbesar di dunia.

entah kenapa saya menarik diri. saya memang sudah memaafkan (maksudnya Tuhan saja memaafkan, masa kita makhluk yang kecil ini tidak mau memaafkan?). namun untuk melupakan kemudian menjalin hubungan pertemanan... saya tidak yakin.

sebisa mungkin saya tidak ingin melakukannya. sudah cukup, mereka yang belajar dari kesalahan tentu tidak ingin mengulanginya lagi bukan?

salahkah saya?

keep your friends close and your enemy closer... doesn't work in this situation for me.

maaf, saya sudah melakukan apa yang sanggup saya lakukan. selebihnya, saya tidak yakin bila saya masih sanggup.


Selasa, 07 Juli 2009

when I forgot to say I love you

it was late that night, I was just coming home from work. I've waited long for the door finally opened, but you just didn't open it for me as usual, the maid opened it for me.

I was tired and too exhausted to think of anything but to hate you.

And it was going on until the next morning. You've prepared me breakfast but then I said No. even I didn't kiss you goodbye. I just walked away, still grumbling about last night.

Just as I've arrived at the office, bad news happen constantly. Enough to push me off my limit. It was a never ending arguing day, with everyone. And can't seem to find any way out. I am so pissed off that I've decided to leave early from the office.

I was so mad, I started to cry and try to figure out where did I go wrong.

Then suddenly i realised... This is simply something I deserve. Because of the night before. Because I forgot to say I love you that day. I type the text and send it to you, immediately...

"I forgot to say I love you today, now my day's a mess. I'm sorry, I love you, Mom..."

After I did the evening prayer, you replied...

"It's okay. I love you too..."

Never doubt it a single second, Mom...
I love you so much.

Jumat, 19 Juni 2009

Listen...

Morning for me is a long road out of hell. With the traffic jam that makes the length even longer. Not to mention the exposure of the sun that some scientists believe getting closer to the earth. this equals extremely hot.

My getaway is my beloved iPod Nano 1 GB 1st Edition, as well known as iNo.
Every morning, or simply anytime I need an immediate getaway, me and my iNo are closer then any other twins you've ever known before. Besides arranged a playlist according to the mood it creates, my habit is to put the songs in RANDOM order.

I don't know how it all started, but one morning when I need a boost of mood, I played "Taking Off" by The Cure. All of a sudden it was followed by "Fuck You Very Much", "Dance.Dance.Dance", and "Viva La Vida."

The other day, as if listens to what I wish to hear, a rockin' growlin' sound, iNo played "Talons" by Bloc Party, "White Palms" by the Black Rebel Motorcycle Club, "Hiburan Ringan" by Koil, and "Lawless" by Unkle.

Last night, when I was down... I put on "Tonight" by Lykke Li, it followed by "Catch The Windblows" By EndahNRhessa. Which automatically helped me get thru the bitter feeling and appreciate my life more than ever.

I always think that iNo has some systems arranged to find similar tunes in it. but I don't think it hurts anybody if I say that iNo really knows what I am feeling every time. iNo LISTENS to me.

You know... when you spend so much time with one person, you started to resembles one another. maybe this is what happened with me and iNo.
maybe that's why i called my 'lil friend, iNo....


Selasa, 31 Maret 2009

Pertanyaan Nyata

Sore ini, secangkir teh panas dan novel Candace Bushnell terbaru, “One Fifth Avenue” adalah pelarian dari migren yang menyerang sejak mengurus pajak akhir minggu ini. Jangan pertanyakan novelnya. Lari dari Chuck Palahniuk ke Candace Bushnell bukan hal yang patut dibanggakan, sama sekali. Sebut saja ini sebagai kegilaan sementara, sebuah cara untuk mengalihkan perhatian untuk tidak belanja, tergoda dengan banner besar di salah satu pertokoan besar di Selatan yang meneriakkan, SALE! Saya tidak berencana untuk membeli novel ini tetapi apa sih yang saya rencanakan dalam hidup saya? Nyaris tidak ada.

Itu dia. Saya tidak pernah merencanakan apa pun karena pada dasarnya saya tidak tahu apa yang saya inginkan. Hidup saya selama ini lebih kepada apa yang mereka bilang ‘mengikuti arus.’ Hasilnya, saya pun terombang-ambing dalam arus ketidakpastian.

Dan pertanyaan ini pun kembali menyerang melalui film yang saya tonton, “How To Lose Friends & Alienate People.” Yaitu pada saat Kirsten Dunst bertanya kepada Simon Pegg atas ‘keanehannya’, “What do you want?”. Bila bekerja di sebuah majalah High End adalah impiannya, mengapa ia terus mengacau.

Lalu tepat pada halaman 70 novel yang baru saya baca tadi, pertanyaan itu kembali muncul. Kali ini salah satu karakter, Mindy Gooch, wanita yang berambisi untuk menaklukkan New York, mendatangi psikiater yang menanyakan pertanyaan andalan itu, “What do you want, Mindy? If you could have anything, what would it be? Don’t think, just answer.” Seakan bertanya kepada saya.

Mungkin yang saya inginkan adalah bahagia dalam pekerjaan saya. Menurut seseorang yang cukup dekat, itu masih terlalu lebar, harus lebih spesifik. APA YANG SAYA MAU? Bukan hanya sepasang sepatu Melissa, tetapi harus sepasang sepatu Melissa Vivienne Westwood limited edition berwarna merah dengan detail cuff di bagian pergelangan. Cukup jelas tujuannya sehingga fokus dalam mencapainya dan… tidak salah sasaran.

Sebagai informasi, saya pun mengalami sakit perut yang sama dengan Rebecca Bloomwood dalam “Confession of A Shopaholic” saat tawaran itu jatuh ke pangkuannya. Beruntungnya dia langsung menyadari bahwa bukan itu yang ia mau. Di lain pihak, saya akan menghabiskan bertahun-tahun hidup saya seperti Fish dalam “The Rocker” yang selalu dihantui pertanyaan, “What if…” dan “If only…”.

Seperti dalam The Alchemist, kadang kita harus mengambil jalan memutar hanya untuk kembali ke tujuan. Mungkin ini yang sedang saya jalani. Sebuah jalan memutar yang akan berakhir pada jawaban dari pertanyaan itu.

Memang bukan jalan yang mudah, karena ‘harta karunnya’ tidak terletak di ujung jalan tetapi malah sepanjang jalan itu. Sebuah pekerjaan rumah lainnya untuk selalu membuka telinga, mata dan hati agar ‘harta karun’ itu tetap kita dapatkan.

Dan untuk pertanyaan tadi… Kakek Goku, Gohan, dalam Dragonball Revolution selalu mengatakan, “Always have faith for who you are.”

Saya tidak bisa membohongi diri sendiri dengan mengatakan saya bahagia di sini. Mungkin memang pada dasarnya saya adalah copywriter, tetapi untuk menemukannya saya harus kehilangannya dulu.

So what do I want? Saya ingin kembali ke dunia yang menyenangkan, tanpa kepalsuan, memegang brand yang saya cintai dan hidup bahagia selama bertahun-tahun di sana. Hingga tiba saatnya bagi saya untuk pergi lagi mencari harta karun lainnya…

image: juxxo via deviantart

Kamis, 18 September 2008

pagi-pagi bicara hati

tadi pagi aku bicara dengan hati
sudah cukup lama, aku kira dia sudah mati
entah kenapa tadi pagi ia menyapaku
bertanya kabarku
bertanya ke mana pergiku
bertanya kenapa aku tak pernah mendengarnya.

lalu kuberitahu
“bagaimana aku bisa mendengarmu,
bila suaramu begitu kecil?”

mata hati berkaca-kaca
katanya, berarti selama ini aku tidak mengenalnya
suara yang begitu kecil adalah takdir baginya
seharusnya aku cukup peka untuk mendengarnya
seumur hidup bersama tak juga membuatku terbiasa
ternyata...

mataku berkaca-kaca
baru saja kusadari,
suara yang selama ini kurindu
adalah suara hati
teman bicara yang selama ini kucari
adalah hati

lalu kuberkata kepada hati,
“bila ku tak mendengarmu, jangan dulu pergi
bisikkan sekali lagi
pelan dan pasti
aku akan mendengarmu”

sepi.

aku lega
hati setuju

talk to you soon...

Minggu, 21 Oktober 2007

The Alchemist

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Literature & Fiction
Author:PauLo CueLho
It was the last day in my first office. The first place I have ever worked in. Too many memories but more sorrow I felt that day. The sadness because of what i had to leave behind, the happiness because it will be new days to come.
That day, my partner gave me this book. Never knew what it was about. But when I finally read it, it was about someone who pursuit their dreams. Somehow it's about me, leaving in order to pursuit my Personal Legend.
"One has their own Personal Legend, which one may not know what it is. All they have to do is follow the omens sent by God."
I never knew where will I be, what will I be. All I know is that I need to get out of that office. I think I have followed my omens...
"Where your heart is, it is where your treasure is..."
The boy knows that there is a treasure waiting for him to find. Though he never know whether it is true or false, he sticks to what he believed in.
Maybe that's exactly what I should do. To have a goal and stick to it. I never had a goal before. I just follow my omens and my heart and see where it will bring. But from now on, I do have a goal. I have my own treasure, so I can start the journey to find my Personal Legend.
'cos... "Everytime you want something, the universe conspire to get it to you"

Thank you, Mel. It is true that every once awhile in a decade, there is one book that'll change one's life. I think this book is...
I hope it'll change mine, but it surely gives me the courage to.

Senin, 21 Mei 2007

wake me up when Room V played...

I have only one motive to came to the gig, dance to Friday I'm In Love brought by Room V, as well as other similar songs. But those other bands are so damn proud of their idealistic mind and decided not to bring any mainstream songs from The Cure. What's wrong with being mainstream? Those people nowadays just don't know how to pleased people.
All those journey to Room V are trying so damn hard NOT to be so The Cure. Hellooo... isn't it what this gig is for? To pay some respect to The Cure??? Instead they kinda played their own songs... Forgive for being mainstream, but I just wanna enjoy tunes that kinda familiar to my ears. Not some irritating sound of yours, that I barely recognized or even understood.
The clock seemed to move slowly beneath the stage. While I was that close to gave up when Planet Bumi finally played, with Bagus as the lead singer! NEAT!!

After that it was all junk stuff and I have to wait and wait and wait. You know waiting is the thing that I hate most? Not to mention I have to hear those lousy tunes coming in and out of my ears. Gosh, I think I have to charged them for these bruising ears.

It's about midnite when the most anticipated band played. Bagus is now in black and showed in The Crow's make up. I just loved them so much. They played along great. Except that they chose to played on something dark that nite. So... So much for me dancing along. I can say is that they're THE CURE for the long irritating nite. I missed them so much. It's been years since they played. And that nite was the nite I've waited for... Where finally someone brought a total The Cure's tunes (Not that they don't have their own songs).

So much for the concept of the gig. Can you imagine something with NO concept at all???