Kamis, 06 Desember 2007

spirit of the victim

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Horror
there is always new things from Thailand...

bukan cuma iklan-iklannya yang edgy yang sering menang di setiap ad awards show, tapi juga film-film horornya yang mulai mencuat, kalo menurut gue, sejak 'Shutter'.

SPIRIT OF THE VICTIM- (awalnya) bercerita tentang Ting yang ikut sekolah akting. ternyata aktingnya sangat bagus sampai Polisi meminta bantuannya untuk menjadi pemeran pengganti korban saat rekonstruksi dilakukan.
seperti halnya film horor, Ting mulai dikasih liat penampakan-penampakan roh-roh korban. dan ia mulai dirasuki saat ia memerankan artis tenar, Meen.
seperti halnya film horor, Meen berusaha memberitahu Ting bahwa bukan suaminya yang membunuhnya. tapi orang lain.
saat Ting mulai menemukan siapa pembunuh Meen, sutradara teriak, "CUT!".

dan Anda masuk ke cerita yang lain.

yang jadi masalah bukan siapa pembunuh Meen, tapi ada masalah yang lebih besar, yang konon lebih 'nyata' dan merupakan cerita utama dari film ini.
mungkin ini adalah film horor pertama yang membuat penontonnya mikir, karena ceritanya yang berbelit-belit.

tapi bukan Thailand kalo ngga menghadirkan unsur-unsur budaya mereka. di sini komoditas horornya banyak diambil dari salah satu tarian Thailand, Likea. saya akui, cukup menyeramkan dengan lipstik merah darah ala Marilyn Manson, bedak ekstra putih dan rias mata yang cukup menyebalkan karena akan terngiang sampai tidur. (hmm... jadi inget kalo kita harus bawa unsur 'lokal' di dalam iklan ;p)

bukan Thailand juga kalo menghadirkan adegan horor yang biasa. adegan di mobil mereka eksplorasi lagi. berhati-hatilah bila kamera mulai wide screen. awasi celah-celah di belakang tokoh di scene itu!

meski memang banyak adegan 'pemunculan' yang sudah biasa seperti di jendela mobil saat sedang melaju, atau 'the ultimate scene of The Ring O' yang keluar dari kaca.

overall, saya suka sinematografinya. angle, color, sound and music melengkapi ambience horor yang dibangun. meski beberapa 'penampakan' tampak gak real, cukup menakutkan buat saya yang EMANG penakut.

buat yang kemaren gak sempet nonton di Screamfestindo, DVD bajakannya udah ada kok!

5 komentar:

  1. gue ga pernah berani nonton horror thailand.. apalagi sekarang udah ngekos.. sendirian.. hadoh.. alamat ga bisa tidur berbulan-bulan...

    NOOOOOO!!!!!!!!!

    BalasHapus
  2. apalagi kl setannya ladyboys....mampus

    BalasHapus
  3. ini memang keren!!!!!...gue suka idenya yg original (baca : saya belum pernah liat yg serupa :p ) tapi gue sukanya cuma 50 menit pertama setelah itu karena proses penjungkirbalikan menurut gue jadi acak-acakan.. :D

    BalasHapus
  4. Yu, dah nonton 'Alone' belum? Itu yg buat film shutter juga... Seru banget, Yu. Elo mesti nonton.

    BalasHapus
  5. rara: ahahaha.. iya, kalo gak ada insiden abis nonton itu, gue juga masih kebayang, Ra!

    adi: situ sukanya ladyboys siiih...

    stephen: iya yah... awalnya gue suka bgt idenya jadi model rekonstruksi. cerita aslinya malah biasa aja yah? tapi tetep keren sih, karena ada komedinya juga... haha... dasar Thailand!

    widya: neng, mending situ liat review kita lagi di multiply... udah ada tuh!

    BalasHapus