Senin, 03 Juli 2006

perusak wiken

wiken. wiken. wiken.


hari yang selalu saya tunggu dalam seminggu. setiap hari yang saya lakukan ialah menghitung hari, jam hingga detik hingga wiken itu datang. karena saya hidup hanya untuk wiken. di wiken saya bisa pergi, jalan-jalan sama siapapun yang saya mau. asal tidak pulang cepat. di wiken saya bisa tampil! hinggap dari satu tempat keramaian ke tempat keramaian lainnya, sekaligus fashion show. hihihi. di wiken saya bisa menghabiskan banyak waktu untuk melakukan hal yang gak penting yang tidak bisa saya lakukan di hari biasa.


tapi, sejak piala dunia itu berlangsung, wiken saya terenggut begitu saja. setiap tempat keramaian BENAR-BENAR ramai. bahkan hingga melebihi kapasitasnya.


sebut saja di Citos, Jumat malam. kami yang tidak tahu menahu SCTV akan menayangkan LIVE dari Citos, hanya ingin tempat bersantai-yang bisa duduk-duduk lama sambil komentarin orang-orang sekaligus bisa tampil-tapi yang kami dapat ialah suatu tempat yang penuh sesak, ramainya bukan main! untungnya kami datang agak pagian (ini aja nyari parkirnya susah banget!), sebelum para maniak bola itu datang. mengingat pertandingan Jerman-Argentina yang ditunggu-tunggu mulai pukul 11.00.


kami dengan santainya memilih tempat di depan Coffee Bean yang lumayan dekat dengan layar. tapi sebenernya kami sama sekali tidak berniat nonton! lalu makin malam, makin banyak kumpulan orang-orang berseragam Jerman, Argentina, Jerman, Argentina lagi seliwar-seliwer di depan kita (hmm...seragam bola jadi fashion icon malam itu!). itu masih belum seberapa. kebanyakan dari mereka sampai tarik-tarik kursi ke depan, mencari spot yang paling PW buat nonton. para pelayan kafe-kafe pun ikut sibuk melarang orang duduk di kursi kafe mereka kalo ngga beli dari kafe mereka. aaaaaaaaaaaarggghh... ribet! sekumpulan om-om dan tante-tante di samping kami juga ngga kalah ribet. satu pasang membela argentina dan sepasangnya lagi membela jerman. kayanya mereka sangat fanatik! atau...mereka mau dianggap fanatik? si tante 1 pembela argentina ini ribeeeet banget nyusun2 kursinya dan teman-temannya. juga teriak-teriak kalau ada orang yang menghalangi pandangan mereka. belum lagi sok-sok ikutan seru kalo bola udah mendekati gawang. bisa sampe berdiri-diri dan loncat-loncat loh diaaa... -aduh tante... blow-an rambutnya ntar rusak looh-keluar setelah komentar-kaya ngerti aja siiiih...-


ini pun terjadi hari sabtu nya. kami bener2 ngga tau ada acara nonton bola segala di Oh La La Thamrin. tempat biasa kami saat sudah ngga tau lagi mau ke mana. masih dengan masalah parkir yang juga susah, kami langsung menganga begitu melihat Oh La La yang biasanya masih manusiawi, kini berubah menjadi lautan manusia! saya bahkan ngga bisa lihat meja dan kursi di sana. hanya orang. orang. dan orang. berbagai jenisnya (seperti yang kita semua tahu), dari om-om, tante-tante, india, gay, eksmud, semuanya numplek blek jadi satu. tidak menyisakan satu pun meja untuk kami.


aaaaaaarrrgghhhhhhh... mereka bahkan belom tentu ngerti semuaaaaa!!! gue cuma pengen ngopi, for God's sake!


dengan langkah berat, kami beranjak dari tempat laknat ituh. lalu beralih ke daily bread yang baru buka di belakang pizz hut. emang siih akhirnya kita bisa duduk tenang di sana. tapi memikirkan euforia world cup membuat saya muak. semuanya seakan tidak mau ketinggalan dengan berita terbaru. menyaksikan momen emas yang sebenernya belom tentu emas dengan kepala mereka sendiri. rela menonton di luar meski hanya mendapat secuil dari layar. bahkan menonton berdiri pun mereka rela. yang penting tampil! kayanya yang penting jadinya bukan nonton bolanya, tapi bagaimana mereka bisa tampil membela jagoan mereka di tengah-tengah penonton lainnya. bahkan jagoannya pun bukan indonesia. ck ck... orang indonesia emang noraknya suka bikin pusing!


susaaaaaah deeeeeehhh...

1 komentar:

  1. makanya...kl ada venue aksara gretong dateng aja...
    kmaren rame, Jazz Masa Kini acaranya apik...tp invi-nya itu mst calling Fifi lg huehhehe

    BalasHapus