Minggu, 08 November 2009

Mary and Max

Rating:★★★★
Category:Movies
Genre: Animation
why animated movies are getting darker and darker each days?

film animasi yang menjadi pembuka Balinale International Film Festival Oktober lalu ini telah mengantongi banyak penghargaan. bagaimana tidak? eksekusi berupa claymation yang cukup detail mungkin hanya secuil alasan. sedangkan porsi besar alasannya tertuang di ceritanya yang amat sangat tidak biasa.

Mary Daisy Dinkle, seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang tinggal di Australia, memiliki kehidupan yang tidak biasa. karena tanda lahir di dahi yang menyerupai kotoran burung, ia sering menjadi bahan olok-olokan temannya. Mary memang penyendiri. mungkin karena ayahnya terlalu sibuk mengurung diri di 'bengkel'nya dan ibunya terlalu sibuk menenggak Sherry, teh bagi orang dewasa. yang Mary suka adalah makan coklat dan menonton The Noblets sambil makan sekaleng susu kental manis, selain memandangi mood ring dari kotak serealnya. Mary tidak punya teman. hingga suatu hari saat ia ikut sang ibu 'meminjam' amplop di kantor pos, ia menemukan buku telepon Amerika. muncullah ide untuk bertanya kepada salah satu warga Amerika, "Dari manakah datangnya bayi di Amerika? di Australia, bayi berasal dari dasar botol bir...". well, setidaknya itulah yang dikatakan Grandpoppy Howard.
akhirnya terpilihlah satu nama, Max Jerry Horovitz.

adalah seorang Yahudi berusia 44 tahun. Max juga suka coklat dan The Noblets, serta tidak punya seorang teman pun. setelah 4 kali membaca surat Mary, akhirnya ia memutuskan untuk membalasnya. bagi Max hal ini seasing jogging. tapi ia berhasil bercerita panjang lebar tentang dirinya.

Mary senang mendapat balasan. ia pun semakin ingin tahu, terutama tentang cinta, yang membuatnya bertanya hal-hal yang tidak masuk akal bagi Max. hal-hal asing, seasing salad hot dog. Max kembali depresi dan harus dirawat selama 8 bulan di rumah sakit. katanya ia menderita sindrom Asperger, salah satu gejala autisme di mana penderitanya tidak mengetahui bagaimana memahami ironi, sarkasme, dan penggunaan bahasa slang, apalagi memahami ekspresi orang lain. mereka juga sering gugup. ini membuat Max tidak bisa membalas surat dari Mary selama beberapa lama.

naik-turun hubungan mereka sangat aneh, sekaligus menyenangkan, sekaligus depresif, meski belum pernah bertemu. semakin berwarna dengan perbedaan usia yang sangat jauh.

membuktikan bahwa persahabatan bisa dijalin dengan siapa saja... benar-benar SIAPA SAJA.

siapa sangka film ini terinspirasi dari kisah nyata...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar